Tom Lembong Kritik Keras Proyek Pemerintah, Netizen Terbelah Menanggapi

 


Jakarta, 25 Juli 2025 — Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, kembali mencuri perhatian publik setelah menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan utang luar negeri Indonesia.

Tom Lembong menyoroti tingginya risiko fiskal yang timbul dari proyek-proyek besar pemerintah seperti IKN, yang menurutnya tidak memiliki urgensi saat ini. Ia menyebut pembangunan IKN sebagai proyek ambisius yang bisa membebani keuangan negara dalam jangka panjang, terutama di tengah situasi ekonomi global yang tidak stabil.

Tokoh utama dalam isu ini adalah Tom Lembong, yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM. Selain itu, pemerintah pusat dan para pendukung proyek IKN juga menjadi bagian dari dinamika ini, termasuk masyarakat dan netizen yang memberikan respons beragam.

Pernyataan kritik tersebut disampaikan Lembong melalui akun media sosial pribadinya pada pertengahan Juli 2025 dan disebarluaskan melalui berbagai media digital. Diskusi publik berkembang luas, terutama di platform seperti X (Twitter), Instagram, dan forum diskusi online.

Kritik ini penting karena disampaikan oleh mantan pejabat tinggi yang memiliki pengalaman langsung dalam dunia investasi dan perencanaan ekonomi nasional. Pendapat Lembong dianggap sebagai sinyal adanya keraguan di kalangan elite terhadap kelayakan dan prioritas proyek-proyek besar saat ini. Kritik ini juga mencerminkan kekhawatiran publik terkait penggunaan anggaran negara secara efisien dan berorientasi pada kebutuhan rakyat.

Respons masyarakat terhadap kritik Lembong terbelah. Sebagian mendukungnya sebagai suara akal sehat yang berani menyuarakan kebenaran, sementara yang lain menganggapnya terlalu pesimis dan tidak mendukung upaya pemerintah membangun masa depan bangsa. Beberapa tokoh politik juga mulai ikut mengomentari, membuat isu ini semakin meluas ke ranah politik dan ekonomi nasional.

Sumber : CNN INDONESIA

Komentar