Meriahkan Hari Jadi ke-476, Pemkot Semarang Gelar Panggung Rakyat di Titik Nol Kilometer



Semarang, 4 Mei 2025 — Suasana pusat kota Semarang pada Sabtu sore berubah menjadi lautan warga yang penuh semangat dan keceriaan. Pemerintah Kota Semarang menggelar Panggung Rakyat di kawasan Titik Nol Kilometer sebagai rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Semarang ke-476.

Acara yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai penjuru kota. Dengan latar panggung megah bertuliskan “476 Kota Semarang”, kawasan Jl. Pemuda disulap menjadi ruang hiburan terbuka yang dipadati warga, mulai dari orang tua, anak-anak, hingga kaum milenial.

Dalam foto yang beredar, tampak warga berjalan tertib melewati barikade panggung, sebagian menggendong anak, sebagian lainnya mengenakan pakaian kasual berwarna cerah. Di sisi panggung, para kru terlihat sibuk mempersiapkan peralatan, menandakan pertunjukan akan segera dimulai.

Acara ini menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal, penampilan band indie Semarang, serta parade komunitas kreatif. Tak hanya hiburan, terdapat pula stan UMKM dan kuliner khas Semarang yang mendukung geliat ekonomi lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa perayaan ini mengangkat semangat kebersamaan dan kebangkitan pasca pandemi serta penguatan identitas kota yang semakin inklusif dan dinamis.

“Momentum ini bukan hanya untuk merayakan ulang tahun kota, tetapi juga untuk menghidupkan kembali ruang-ruang publik agar menjadi milik bersama, tempat tumbuhnya kreativitas warga,” ujarnya.

Pengamanan acara turut melibatkan personel Satpol PP dan petugas Dishub yang terlihat menjaga arus lalu lintas dan kenyamanan warga selama berlangsungnya kegiatan.

Antusiasme tinggi masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini sangat dinantikan dan perlu terus digalakkan oleh Pemkot sebagai bentuk pelayanan publik dalam ranah budaya dan hiburan.

Acara ditutup dengan pesta rakyat dan penampilan musik malam hari yang mempererat ikatan emosional antara warga dan kotanya, sekaligus mempertegas bahwa Semarang bukan hanya kota sejarah, tapi juga kota yang hidup dan terus tumbuh bersama rakyatnya.

Komentar