Sayung, Demak – 25 Juli 2025 Rob yang berkepanjangan di kawasan Sayung, Demak, menyebabkan akses jalan utama terhambat parah. Genangan air laut yang tak kunjung surut membuat kendaraan harus antre panjang, memicu kemacetan dan menambah beban aktivitas warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas harian.
Jalan-jalan utama seperti poros Kaligawe–Semarang dan Jalan Raya Sriwulan nyaris lumpuh pada pagi dan sore hari. Kendaraan pribadi, truk, hingga sepeda motor terpaksa berjalan sangat pelan saat melintasi genangan yang mencapai mata kaki orang dewasa. Tak jarang kendaraan mogok di tengah jalan karena mesin kemasukan air.
“Biasanya saya cuma butuh 15 menit dari rumah ke pasar. Sekarang bisa sampai satu jam lebih karena macet dan harus lewat jalan alternatif yang kondisinya juga rusak,” keluh Yuliani, pedagang sayur dari Desa Bedono.
Warga juga mengeluhkan kurangnya alternatif jalur yang bisa dilalui, terutama untuk kendaraan besar seperti truk pengangkut hasil panen atau logistik. Banyak kendaraan yang akhirnya memutar jauh ke jalur desa atau melalui jembatan kecil yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat, sehingga rawan ambles.
Kemacetan juga berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan. Banyak siswa terlambat sampai sekolah, dan pasien kesulitan mengakses Puskesmas karena ambulans pun harus menghadapi jalur macet dan licin akibat lumut.
Pemerintah Kabupaten Demak menyatakan akan menambah rambu-rambu peringatan dan menyediakan petugas untuk mengatur lalu lintas di titik-titik kritis. Namun, hingga berita ini diturunkan, kemacetan masih terjadi setiap hari, dan warga berharap solusi lebih permanen seperti peninggian jalan atau pembangunan tanggul segera dilakukan.
Komentar
Posting Komentar