Semarang, 24 Juli 2025 — Kawasan Kota Lama Semarang kembali menjadi pusat aktivitas seni dan budaya. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, puluhan seniman muda tampak bersiap untuk menampilkan karya terbaik mereka dalam sebuah perhelatan bertema karnaval budaya dan seni jalanan.
Foto yang diambil dari salah satu sudut Kota Lama ini memperlihatkan sekelompok anak muda yang tengah duduk santai di atas tikar, lengkap dengan properti warna-warni, kostum, serta riasan wajah yang mencolok. Mereka tampak berdiskusi, merias diri, serta menyelesaikan sentuhan akhir dari kostum pertunjukan yang akan segera mereka tampilkan. Beberapa di antaranya mengenakan hiasan kepala dan aksesori bertema alam, seperti bulu-bulu hijau dan dedaunan, menandakan kemungkinan tema pertunjukan yang berbau tradisi atau lingkungan hidup.
Acara ini merupakan bagian dari Festival Kota Lama 2025, yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang bersama komunitas seni lokal sebagai bentuk upaya pelestarian kawasan bersejarah sekaligus panggung ekspresi kreatif anak muda. Tidak hanya melibatkan seniman lokal dari Semarang, beberapa komunitas dari luar kota juga ikut serta, menjadikan festival ini semakin beragam dan semarak.
“Ini bukan cuma soal penampilan, tapi juga proses kolaborasi dan kebersamaan. Dari pagi kami sudah di sini, menyiapkan semuanya. Kota Lama jadi ruang yang nyaman untuk berkesenian,” ujar Raka (21), salah satu peserta yang mengenakan makeup artistik hijau di wajahnya.
Kawasan heritage ini memang dikenal dengan arsitektur kolonial yang megah dan suasana tempo dulu yang menawan. Penyelenggaraan kegiatan budaya di lokasi ini dianggap sangat tepat, karena mampu menyatukan nilai sejarah, kreativitas modern, dan kebersamaan dalam satu ruang publik yang hidup.
Festival ini juga menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang berkunjung ke Semarang. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti untuk berfoto bersama para peserta dan menikmati suasana meriah yang jarang dijumpai di hari biasa.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara konsisten untuk memperkuat identitas budaya Kota Semarang sekaligus memberi ruang tumbuh bagi generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas mereka.
Komentar
Posting Komentar