Sayung, Demak – 25 Juli 2025 Setelah hampir sepekan dikepung rob tanpa jeda, akhirnya upaya konkret dilakukan oleh pihak terkait. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana bersama Dinas PUPR Kabupaten Demak mulai mengerahkan pompa-pompa air di beberapa titik rawan banjir di wilayah Sayung.
Pompa-pompa tersebut difokuskan pada kawasan permukiman padat penduduk seperti Desa Sriwulan, Desa Timbulsloko, dan kawasan perbatasan industri di Morosari. Dengan kapasitas pompa yang bervariasi, dari 250 liter/detik hingga 500 liter/detik, harapannya genangan air laut yang terus merangsek ke daratan dapat dikurangi secara signifikan.
“Kami kerahkan tiga unit pompa besar sejak semalam. Prosesnya bertahap, mengingat volume air pasang sangat tinggi. Tapi ini upaya awal agar masyarakat mendapat sedikit kelegaan,” ujar Budi Hartanto, koordinator lapangan dari BBWS.
Warga menyambut baik langkah tersebut, meskipun tetap berharap adanya solusi permanen. “Pompanya bantu banget, terutama di lingkungan kami yang udah kayak danau kecil. Tapi ini sifatnya darurat, kalau bisa jangan hanya musiman,” kata Tohirin, tokoh masyarakat setempat.
Selain mengandalkan pompa, pihak relawan dan BPBD juga membangun tanggul-tanggul sementara dari karung pasir untuk menghambat laju air masuk ke rumah warga. Petugas juga turut berjaga siang malam untuk memastikan pompa berjalan optimal dan tidak tersumbat lumpur atau sampah.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Beberapa titik masih sulit dijangkau kendaraan besar pengangkut pompa karena akses jalan yang sempit dan rusak. Ditambah lagi, pasokan BBM untuk pompa sempat terkendala akibat distribusi yang terganggu.
Dengan dimulainya pengerahan pompa air ini, harapan mulai tumbuh di tengah warga Sayung yang hampir seminggu penuh bergulat dengan rob.
Komentar
Posting Komentar