Jalan Licin Akibat Lumut, Warga Sayung Harus Ekstra Hati-Hati

 


Sayung, Demak – 25 Juli 2025 Genangan rob yang tidak kunjung surut di wilayah pesisir Sayung, Demak, tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu bahaya baru: jalan yang dipenuhi lumut dan menjadi sangat licin.

Kondisi ini paling parah terlihat di beberapa titik seperti Jalan Raya Sriwulan, jalur utama penghubung antardesa yang sehari-hari dilalui warga untuk bekerja, sekolah, dan berbelanja kebutuhan pokok. Lumut hijau tebal tampak menutupi aspal yang sudah rusak dan terkelupas akibat terus-menerus terendam air laut.

“Sudah tiga orang jatuh minggu ini. Kalau bawa motor harus pelan-pelan, kadang mending dorong aja daripada celaka,” ungkap Nurman, warga Desa Surodadi yang sehari-hari bekerja sebagai pengantar galon.

Tidak hanya pengendara roda dua, para pejalan kaki juga mengeluhkan kondisi jalan. Banyak dari mereka harus berjalan dengan sangat hati-hati karena takut terpeleset, terutama anak-anak dan orang lanjut usia.

Warga pun bergotong royong membersihkan jalan dengan menyapu lumut setiap pagi, meski hasilnya hanya bertahan beberapa jam sebelum air kembali naik dan menyebarkan lumut baru. “Sudah kami bersihkan, tapi air naik lagi, dan lumut tumbuh cepat,” ujar Bu Siti, ibu rumah tangga di RW 04 Desa Sriwulan.

Hingga kini, belum terlihat tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk membersihkan atau memberi peringatan bahaya di titik-titik licin tersebut. Beberapa warga berinisiatif membuat papan bertuliskan “AWAS JALAN LICIN” menggunakan kayu dan cat seadanya sebagai upaya memperingatkan pengguna jalan.

Situasi ini menambah penderitaan warga Sayung yang sudah harus berjibaku dengan rob setiap hari. Mereka berharap ada bantuan berupa material pembersih jalan atau pelapis anti-lumut dari pemerintah guna mengurangi risiko kecelakaan.

Komentar