Demo Sopir Truk ODOL Tutup Jalan Pantura Semarang-Kudus, Lalu Lintas Macet Total

 


Demak, 02 Juli 2025  Aksi demonstrasi para sopir truk ODOL (Over Dimension Over Loading) kembali mengguncang jalur utama Pantura. Ratusan truk berhenti dan menutup sebagian besar ruas Jalan Pantura Semarang-Kudus sejak Kamis pagi, menyebabkan kemacetan panjang hingga belasan kilometer.

Aksi ini merupakan bentuk protes para sopir truk terhadap kebijakan penertiban truk ODOL yang mulai digencarkan Kementerian Perhubungan. Para pengemudi merasa dirugikan karena diberlakukan pelarangan operasi bagi truk yang kelebihan muatan dan dimensi. "Kami cuma cari makan, truk ini dari pabrik memang sudah seperti ini. Kalau kami patuhi, kami rugi besar," ungkap Sugiarto, salah satu sopir yang ikut berdemo.

Sopir menyebut kebijakan itu tidak berpihak pada rakyat kecil. Banyak dari mereka membeli truk dengan spesifikasi tertentu untuk memuat banyak barang agar bisa menutup biaya operasional. "Kalau muatan dikurangi, pendapatan berkurang, tapi biaya tetap," keluh Marwan, koordinator aksi.

Penutupan jalur menyebabkan antrean kendaraan mengular sejak pagi. Kendaraan pribadi, bus, hingga kendaraan logistik non-ODOL pun terkena imbas. Banyak pengendara mengeluh karena tidak bisa bekerja tepat waktu. "Saya terlambat antar barang ke toko, rugi saya," ujar Tio, pengusaha distribusi barang.

Pihak kepolisian Polres Demak dan Satlantas turun tangan melakukan rekayasa lalu lintas. Beberapa kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif seperti jalur Jepara dan Pati. Hingga berita ini diturunkan, negosiasi antara perwakilan sopir dan pihak Dishub masih berlangsung.

Aksi ini menunjukkan adanya kebutuhan dialog yang serius antara pemerintah dan pelaku usaha angkutan agar tercipta kebijakan yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak. Ketegangan masih terasa di lokasi dan situasi lalu lintas belum sepenuhnya normal.

Komentar