Banjir Rob Mulai Reda, Warga Sayung Tarik Napas Lega

 



Sayung, Demak – 25 Juli 2025  Setelah hampir tujuh hari wilayah Sayung dilanda banjir rob yang menyulitkan kehidupan warga, akhirnya pada Kamis pagi (25/7), genangan air mulai surut secara perlahan. Beberapa kawasan yang sebelumnya tergenang setinggi lutut kini telah mengering, dan aktivitas warga mulai kembali normal.

Penurunan permukaan air laut, ditambah dengan pengerahan pompa air oleh pihak BBWS dan Dinas PUPR, menjadi faktor utama meredanya rob kali ini. Wilayah seperti Desa Sriwulan, Bedono, dan Morosari yang sebelumnya lumpuh akibat genangan, kini mulai bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat meskipun kondisi jalan masih licin akibat lumpur yang tersisa.

“Alhamdulillah, sudah mulai surut sejak tadi malam. Kami bisa bersih-bersih rumah pagi ini, walau belum sepenuhnya kering,” ujar Bu Aminah, warga RT 04/RW 03 Desa Timbulsloko.

Meski banjir reda, pekerjaan rumah masih panjang. Banyak rumah warga yang rusak ringan, terutama pada bagian dinding dan perabotan yang terendam. Selain itu, tim relawan dan BPBD masih melakukan evakuasi lumpur serta penyemprotan disinfektan di beberapa titik genangan untuk mencegah penyebaran penyakit kulit dan saluran pencernaan.

Layanan kesehatan keliling juga terus beroperasi. Puskesmas Sayung membuka posko layanan cepat tanggap untuk mengobati warga yang mengalami gatal-gatal, diare, dan kelelahan. Anak-anak serta lansia menjadi kelompok paling rentan selama bencana berlangsung.

Warga berharap pemerintah daerah dan pusat tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga mempercepat pembangunan tanggul laut permanen dan normalisasi sungai. “Rob ini bukan hal baru. Sudah bertahun-tahun, dan kami butuh solusi jangka panjang, bukan hanya pompa musiman,” tegas Wahyu, tokoh pemuda setempat.

Kini, meski lega karena rob mulai surut, warga Sayung tetap waspada jika gelombang pasang kembali terjadi dalam waktu dekat.

Komentar