SEMARANG, 1 Mei 2025 — Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, berakhir ricuh dan berujung pada penangkapan sedikitnya 18 orang, termasuk seorang anggota pers mahasiswa yang sedang meliput.
Kericuhan terjadi pada Kamis sore (1/5/2025), saat sejumlah massa aksi mencoba menerobos masuk ke halaman kantor gubernur. Upaya itu dihalau aparat kepolisian yang berjaga, dan situasi memanas setelah kelompok berpakaian serba hitam melempar dan membakar sejumlah benda, termasuk pagar taman.
Aparat Brimob kemudian melepaskan tembakan gas air mata dan menyemprotkan water cannon ke arah demonstran, membuat massa berhamburan menyelamatkan diri. Penangkapan terjadi di tengah kekacauan tersebut, termasuk terhadap RAP (21), wartawan kampus yang sedang melakukan siaran langsung.
“Saya sudah teriak saya pers dan menunjukkan kartu pers mahasiswa, tapi tetap dipukul dan diseret,” ujar RAP. Ia dilepaskan sehari kemudian karena tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Unjuk rasa tersebut digelar untuk menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja dan menuntut kesejahteraan pekerja. Namun, tindakan aparat dalam membubarkan aksi dinilai berlebihan dan represif oleh berbagai kalangan.
Komentar
Posting Komentar